Jika saat ini Anda sedang mencari kursus berhitung
Anda tepat berada di sini !
Ayo Belajar Sempoa dan Mental Aritmetika
Ayo Belajar Mental Aritmetika
0822.9596.5868
Porto Folio Kami
Ayo Belajar Sempoa Bersama Ribuan Anak Lainnya !
TESTIMONI
Calvin Nathan Sudrajat
Testimoni : Perjalanan Menjadi Juara dalam Berbagai Kompetisi
Calvin Nathan Sudrajat, sebuah nama yang mulai muncul menjadi Juara di berbagai kompetisi mental aritmetika yang diselenggarakan oleh IMA.
Calvin sekarang bersekolah di SD BPK Penabur Tasikmalaya, Kelas 2 SD. Meskipun baru kelas 2 SD tapi beuh jangan ditanya kemampuan berhitungnya, luar biasa pokoknya. Setelah menempuh waktu selama 1 tahun 9 bulan belajar di IMA Tasikmalaya, sekarang Calvin sudah mencapai tingkat Grade 2. Ini buat yang pengen tahu tahu aja ya, Grade 2 itu belajar perhitungan penjumlahan dan pengurangannya udah jutaan loh, belum lagi materi perkalian dan pembagiannya yang sudah ada desimalnya 0,00 gitu, pusing kalo kita mah dah. Sudah gitu ya di Grade 2 ada materi mengakarkuadratkan bilangan dan ada perhitungan negatif juga. Komplit pokoknya, kalau yang belum pernah belajar mental aritmetika disuruh mengerjakan soal Grade 2 dijamin mules deh hehehe. Coba kita dengarkan apa kata mamanya Calvin, Ibu Natalia Cristina, dengan belajar di IMA Tasikmalaya, Calvin menjadi bisa berhitung lebih cepat dan akurat, kemampuan penalarannya semakin terasah, dan juga konsentrasi serta fokus meningkat . Wah tentu saja sangat bangga ya orangtua yang memliki anak seperti Calvin.
Anak hebat yang suka merakit Lego ini selain ikut Kursus Mental Aritmetika di IMA juga ikut Ekskul Basket dan English club, wah kerenn ya.. Eh coba lihat deh sederet prestasi mentereng dari Calvin :
Juara 1 kategori D Imaria 2025.Juara 1 kategori C Imapiade 2026.Juara 1 kategori E Imapiade 2026.Juara 1 lomba matematika kelas 2 Imapiade 2026.
Belum lagi ada beberapa juara lomba di luar aktifitasnya di IMA :
- Gold medal Thailand International Mathematical Olympiad.- Medali emas Matematika Olimpiade Sains Nasional.- Medali emas Matematika OMNAS XV. - Medali emas Bahasa Inggris OMNAS XV.- Juara 1 Tantangan Bebras 2025 Universitas Kristen Maranatha.
Gimana udah cukup belum ngilernya? Pasti pada mau kan kalian berprestasi seperti Calvin. Ya belajar di IMA doong.. Ayuk jangan tunda-tunda lagi jika kalian ingin seperti Calvin cepat hubungi cabang IMA terdekat dari rumahmu yaa..... Oke itu ya sekelumit tentang Calvin Nathan Sudrajat semoga Calvin dapat lebih berprestasi lagi di masa yang akan datang.... Go IMA Go...
Halimah Tusyadiyah
Cabang Jatibarang
" Perubahan anak saya cukup drastis! Dulu anak saya sangat lambat dalam berhitung. Setelah mengikuti les di IMA Cabang Jatibarang, kemampuan berhitungnya menjadi jauh lebih cepat berkat latihan sempoa dan mental aritmetika. Padahal, anak saya masih bersekolah di tingkat TK, tepatnya di RA At-Taqwa Kedokan Bunder.
Sangat direkomendasikan bagi orang tua yang ingin anaknya mahir berhitung. Pada Kompetisi Mental Aritmetika IMAPIADE 2026, anak saya berhasil meraih Juara 1 Kategori A1."
RA
At-taqwa (Kedokan Bunder)
Calvin Nathan Soedradjat
Cabang Tasikmalaya
"Tiap kali Calvin berhitung, aku suka bengong. Kok bisa sih secepat itu? Seperti sulap! Namun, ini bukan sulap. Kemampuan tersebut terbentuk karena latihan sempoa yang konsisten terarah di IMA.
Metode
pembelajaran sempoa melibatkan kerja otak kanan dan kiri secara seimbang.
Hasilnya,
fokus semakin tajam, konsentrasi meningkat, dan daya ingat menjadi lebih kuat.
Aku
benar-benar kagum. Sempoa ternyata memiliki banyak manfaat, bukan hanya untuk
berhitung cepat.
Terima kasih, IMA!"
Kelas 2 di SDK Penabur Tasikmalaya.
Defi Putri Liyani
Cabang Indramayu
" Alhamdulillah, selama mengikuti pembelajaran di IMA, kemampuan motorik anak saya menjadi jauh lebih baik. Responsnya semakin cepat, daya ingatnya meningkat, serta kemampuan berhitung mentalnya jauh melampaui anak-anak seusianya berkat latihan sempoa yang rutin dilakukan. Anak saya juga semakin menyukai pelajaran matematika. Alhamdulillah, pada IMAPIADE 2026 kemarin, anak saya berhasil meraih Juara 1 Kategori D.”
TK PPI ISLAMIC CENTER Indramayu
Scholastica Oureen Emery
Cabang Sukamanah-Bandung
“Saya dapat berhitung lebih cepat dan tepat setelah belajar sempoa di IMA. Mengerjakan soal matematika di sekolah juga menjadi lebih mudah. Belajar sempoa membuat saya lebih fokus dan percaya diri saat berhitung. Saya juga semakin senang mengikuti pelajaran matematika. Pada IMAPIADE 2026, saya berhasil meraih Juara 1 Kategori B.”
Kelas 6 SDK 1 BPK Penabur Bandung
Pendahuluan
Sempoa merupakan salah satu alat bantu hitung tertua yang
masih digunakan hingga saat ini. Alat ini terdiri atas rangka, batang, dan
manik-manik yang dapat digerakkan untuk mewakili nilai suatu bilangan. Sebelum
masyarakat mengenal kalkulator dan komputer, sempoa membantu manusia melakukan
berbagai perhitungan dengan lebih cepat dan teratur.
Dalam perkembangannya, sempoa tidak hanya digunakan sebagai
alat transaksi. Sempoa juga menjadi media pembelajaran matematika dan mental
aritmetika. Melalui latihan yang teratur, seseorang dapat memahami konsep
angka, meningkatkan ketelitian, serta melakukan perhitungan tanpa selalu
bergantung pada alat elektronik.
Sejarah Adanya Sempoa
Cikal bakal sempoa telah dikenal sejak masa peradaban kuno.
Pada awalnya, manusia menggunakan batu kecil, biji-bijian, garis di tanah, atau
papan hitung untuk mencatat jumlah barang. Cara tersebut muncul karena manusia
membutuhkan sistem perhitungan dalam perdagangan, pertanian, pemungutan pajak,
dan pembagian hasil produksi.
Bangsa Mesopotamia, Mesir, Yunani, dan Romawi diketahui
menggunakan papan hitung dalam kegiatan ekonomi dan administrasi. Papan
tersebut memiliki garis atau alur tertentu. Penggunanya memindahkan batu kecil
pada setiap bagian untuk menunjukkan nilai bilangan.
Sempoa kemudian berkembang dalam berbagai bentuk di beberapa
wilayah. Di Tiongkok, sempoa dikenal sebagai suanpan. Sempoa ini
memiliki manik-manik bagian atas dan bawah yang digunakan untuk melakukan
operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, bahkan perhitungan yang
lebih kompleks.
Di Jepang, sempoa berkembang menjadi soroban. Bentuk
soroban lebih sederhana karena setiap batang biasanya memiliki satu manik di
bagian atas dan empat manik di bagian bawah. Susunan tersebut mengikuti sistem
nilai tempat berbasis sepuluh. Bentuk soroban banyak digunakan dalam pendidikan
sempoa modern karena lebih mudah dipahami dan digunakan.
Sempoa juga dikenal di Rusia dengan nama schoty.
Berbeda dari sempoa Asia, manik-manik pada schoty tersusun secara horizontal.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa masyarakat di berbagai wilayah mengembangkan
alat hitung sesuai dengan kebutuhan dan sistem bilangan mereka.
Ketika kalkulator mulai digunakan secara luas, fungsi sempoa
sebagai alat hitung perdagangan perlahan berkurang. Namun, sempoa tidak
sepenuhnya ditinggalkan. Saat ini, sempoa tetap digunakan sebagai media
pendidikan, terutama untuk mengembangkan kemampuan berhitung dan mental
aritmetika pada anak.
Penggunaan Sempoa dalam Kehidupan Sehari-hari
Pada masa lalu, sempoa banyak digunakan oleh pedagang,
petugas administrasi, pemungut pajak, dan pengelola keuangan. Mereka
menggunakan sempoa untuk menghitung harga barang, jumlah persediaan,
keuntungan, kerugian, serta pembayaran.
Dalam kehidupan sehari-hari, sempoa dapat digunakan untuk
melakukan beberapa kegiatan, seperti:
2. Menjumlahkan harga belanja.
3. Menghitung uang kembalian.
4. Membagi barang dalam jumlah tertentu.
5. Menghitung pemasukan dan pengeluaran.
6. Memahami satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan.
7. Melakukan perkalian dan pembagian sederhana.
8. Memeriksa hasil perhitungan manual.
Pada masa sekarang, penggunaan sempoa lebih sering ditemukan dalam kegiatan belajar. Guru dan orang tua menggunakan sempoa untuk mengenalkan angka kepada anak melalui benda yang dapat dilihat dan disentuh. Anak tidak hanya menghafal simbol angka, tetapi juga memahami jumlah yang diwakili oleh angka tersebut.
Sebagai contoh, ketika anak menggeser lima manik, anak dapat
melihat bahwa angka lima memiliki jumlah yang lebih banyak daripada angka tiga.
Pengalaman konkret ini membantu anak membangun pemahaman dasar matematika
sebelum mempelajari perhitungan yang lebih abstrak.
Manfaat Penggunaan Sempoa
Penggunaan sempoa memberikan beberapa manfaat dalam proses
belajar matematika. Manfaat tersebut tidak hanya berkaitan dengan kecepatan
berhitung, tetapi juga dengan cara seseorang memahami dan mengolah informasi
angka.
1. Memahami Konsep Nilai Tempat
Setiap batang pada sempoa menunjukkan nilai tempat tertentu,
seperti satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan. Susunan tersebut membantu anak
memahami bahwa nilai suatu angka bergantung pada posisinya.
Sebagai contoh, angka 5 pada tempat satuan memiliki nilai
lima. Angka 5 pada tempat puluhan memiliki nilai lima puluh. Pemahaman nilai
tempat menjadi dasar penting dalam penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan
pembagian.
2. Meningkatkan Ketelitian
Pengguna sempoa harus menggerakkan manik sesuai dengan
aturan dan urutan perhitungan. Kesalahan dalam menggeser satu manik dapat
mengubah hasil akhir. Oleh karena itu, latihan sempoa dapat membantu membentuk
kebiasaan bekerja secara cermat dan teratur.
3. Melatih Konsentrasi
Saat menggunakan sempoa, seseorang perlu memperhatikan
angka, posisi manik, dan langkah perhitungan secara bersamaan. Kegiatan ini
melatih kemampuan untuk memusatkan perhatian pada satu pekerjaan dalam waktu
tertentu.
4. Meningkatkan Kecepatan Berhitung
Latihan yang dilakukan secara bertahap dapat membuat
pengguna lebih cepat mengenali pola bilangan. Pengguna juga tidak perlu selalu
menuliskan seluruh proses perhitungan di atas kertas.
Namun, kecepatan bukan satu-satunya tujuan belajar sempoa.
Ketepatan dan pemahaman konsep tetap perlu menjadi bagian utama dalam proses
pembelajaran.
5. Mengembangkan Pemahaman terhadap Angka
Sempoa membantu seseorang melihat hubungan antara jumlah,
simbol, dan nilai bilangan. Kemampuan ini sering disebut sebagai pemahaman atau
kepekaan terhadap angka.
Anak yang memiliki pemahaman angka yang baik dapat lebih
mudah memperkirakan hasil, membandingkan jumlah, dan mengenali kesalahan dalam
perhitungan.
6. Mengurangi Ketergantungan pada Kalkulator
Kalkulator dapat memberikan jawaban dengan cepat, tetapi
tidak selalu membantu pengguna memahami proses perhitungannya. Sempoa mendorong
seseorang untuk mengikuti langkah perhitungan dan memahami alasan di balik
hasil yang diperoleh.
Peran Sempoa dalam Perhitungan Mental Aritmetika
Mental aritmetika adalah kemampuan melakukan perhitungan
menggunakan pikiran tanpa bantuan alat tulis, kalkulator, atau alat hitung
lainnya. Sempoa berperan sebagai tahap awal dalam membangun kemampuan tersebut.
Pembelajaran mental aritmetika dengan sempoa biasanya
dilakukan melalui beberapa tahap.
Pada tahap pertama, peserta didik belajar mengenal bagian
sempoa dan nilai setiap manik. Mereka melakukan perhitungan secara langsung
dengan menggerakkan manik.
Pada tahap kedua, peserta didik mulai mengingat pola gerakan
sempoa. Mereka tidak hanya melihat jumlah, tetapi juga mengenali hubungan
antara angka dan posisi manik.
Pada tahap berikutnya, peserta didik mencoba membayangkan
bentuk sempoa di dalam pikiran. Sempoa bayangan ini sering disebut sebagai
sempoa mental. Peserta didik membayangkan manik bergerak sesuai dengan angka
yang dihitung.
Melalui latihan yang konsisten, seseorang dapat melakukan
penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dengan memvisualisasikan
sempoa. Proses tersebut membantu perhitungan menjadi lebih terstruktur karena
setiap angka ditempatkan pada posisi yang jelas.
Sempoa juga dapat membantu mengurangi kesalahan dalam mental
aritmetika. Pengguna tidak hanya mengingat angka secara acak, tetapi menyusun
angka tersebut dalam gambaran visual yang terorganisasi.
Meskipun demikian, kemampuan mental aritmetika tidak muncul
secara instan. Peserta didik membutuhkan latihan bertahap, metode yang tepat,
dan pendampingan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Latihan yang terlalu
cepat dapat membuat anak hanya mengejar jawaban tanpa memahami konsep.
Manfaat Belajar Sempoa
Belajar sempoa dapat memberikan manfaat akademik dan
keterampilan belajar. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain sebagai
berikut.
1. Membantu Anak Lebih Percaya Diri
Kemampuan menyelesaikan soal hitungan dapat meningkatkan
rasa percaya diri anak. Anak merasa lebih siap menghadapi pelajaran matematika
karena telah memahami dasar perhitungan.
2. Melatih Daya Ingat Kerja
Saat melakukan perhitungan, pengguna perlu menyimpan angka
sementara, mengikuti langkah hitung, dan memperbarui hasil. Kegiatan ini dapat
melatih kemampuan mengelola informasi dalam pikiran.
3. Membentuk Pola Berpikir Sistematis
Penggunaan sempoa memiliki aturan yang jelas. Setiap operasi
dilakukan melalui urutan tertentu. Kebiasaan tersebut membantu anak belajar
menyelesaikan masalah secara bertahap.
4. Meningkatkan Koordinasi Mata dan Tangan
Saat belajar sempoa secara fisik, anak melihat angka sambil
menggerakkan manik dengan jari. Aktivitas ini melibatkan koordinasi antara
penglihatan, gerakan tangan, dan proses berpikir.
5. Membantu Pembelajaran Matematika Dasar
Sempoa dapat membantu anak memahami penjumlahan,
pengurangan, perkalian, pembagian, nilai tempat, serta hubungan antarbilangan.
Pemahaman tersebut menjadi dasar untuk mempelajari materi matematika yang lebih
lanjut.
6. Menumbuhkan Disiplin Belajar
Kemampuan menggunakan sempoa memerlukan latihan yang rutin.
Proses ini dapat membantu anak membentuk kebiasaan belajar, ketekunan, dan
kesabaran dalam menyelesaikan soal.
7. Melatih Kemampuan Visualisasi
Dalam tahap mental aritmetika, pengguna membayangkan posisi
dan gerakan manik. Latihan ini membantu mengembangkan kemampuan visualisasi
yang dapat digunakan dalam berbagai kegiatan belajar.
Sempoa di Tengah Perkembangan Teknologi
Kehadiran komputer, telepon pintar, dan kalkulator tidak
membuat sempoa kehilangan seluruh fungsinya. Teknologi dapat menghitung jauh
lebih cepat, tetapi sempoa memiliki tujuan pendidikan yang berbeda.
Sempoa tidak hanya digunakan untuk mendapatkan jawaban.
Sempoa membantu peserta didik memahami bagaimana bilangan disusun dan bagaimana
suatu hasil diperoleh. Karena itu, sempoa dapat digunakan sebagai pelengkap
pembelajaran matematika, bukan sebagai pengganti seluruh metode belajar.
Saat ini, pembelajaran sempoa juga tersedia dalam bentuk
aplikasi dan kelas daring. Meski demikian, penggunaan sempoa fisik tetap
bermanfaat bagi pemula karena memberikan pengalaman langsung melalui gerakan
manik.
Penggunaan sempoa perlu disesuaikan dengan usia, kebutuhan,
dan kemampuan peserta didik. Pembelajaran yang baik perlu menggabungkan
pemahaman konsep, latihan perhitungan, pemecahan masalah, dan penerapan
matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup
Sempoa memiliki sejarah panjang sebagai alat bantu hitung
manusia. Pada awalnya, sempoa digunakan untuk mendukung perdagangan,
administrasi, dan pengelolaan keuangan. Setelah teknologi berkembang, fungsi
sempoa berubah menjadi media pembelajaran matematika dan mental aritmetika.
Penggunaan sempoa dapat membantu memahami nilai tempat,
meningkatkan ketelitian, melatih konsentrasi, mempercepat perhitungan, serta
membangun pemahaman terhadap angka. Dalam mental aritmetika, sempoa berfungsi
sebagai alat visual yang membantu pengguna membayangkan proses perhitungan di
dalam pikiran.
Belajar sempoa bukan sekadar belajar menggerakkan manik.
Proses tersebut melatih cara berpikir yang teratur, fokus, dan sistematis.
Dengan metode yang tepat dan latihan yang konsisten, sempoa dapat menjadi
sarana pembelajaran yang bermanfaat bagi perkembangan kemampuan berhitung anak.
Kemitraan
IMA membuka kesempatan untuk bermitra dengan pihak ketiga yang concern ingin memajukan kualitas anak-anak Indonesia melalui penyelenggaraan kursus sempoa mental aritmetika