LOGO IMA smd (1)
LOGO IMA smd (1)


ima kursus sempoa1
Kursus Sempoa Mental Aritmetika Terbaik
Jika saat ini Anda sedang mencari kursus berhitung

Anda tepat berada di sini !

Mengapa Harus Memilih IMA ?
Melayani Program Pembelajaran Sejak tahun 1996

IMA adalah lembaga yang didirikan oleh Mr. Chen Kit Fong dengan membawa kurikulum Mental Aritmetika dari Taiwan

Kurikulum Mental Aritmetika yang Terbaik

Program Pembelajaran Mental Aritmetika IMA terstandar PAMA dan telah teruji selama puluhan tahun telah membantu anak-anak Indonesia memiliki skill berhitung cepat yang mumpuni

Metoda Berhitung yang Mudah dipelajari anak-anak

Pembelajaran di IMA memungkinkan anak-anak dapat memiliki kemampuan berhitung cepat dalam waktu yang relatif singkat karena metodanya yang mudah dipelajari oleh anak-anak bahkan anak yang masih berusia 5 tahun sekalipun


Tenaga Pengajar Terlatih


Tenaga Pengajar IMA adalah tenaga pengajar terpilih dengan standar pendidikan S1. Terstandar dan terlatih untuk menguasai dan mengajarkan semua materi pembelajaran IMA

Program Belajar Sempoa Mental Aritmetika IMA

Program Pembelajaran Sempoa Mental Aritmetika IMA telah teruji selama puluhan tahun telah membantu anak-anak Indonesia memiliki skill berhitung cepat yang mumpuni. Terdiri dari 10 level yang disebut Grade. Di dalam program pembelajarannya, materi yang dipelajari adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, materi tambah kurang negatif, dan materi mengakarkuadratkan suatu bilangan. Mulai dari level terendah yaitu Grade 10 materi terus meningkat secara bertahap sampai Grade1. Terdapat juga Tingkat Mahir yang disebut Tingkat DAN mulai dari DAN 1 sampai DAN 10

Ingin Tahu Lebih Banyak
Manfaat Belajar di IMA

Program Pembelajaran Mental Aritmetika IMA telah teruji selama puluhan tahun telah membantu anak-anak Indonesia memiliki skill berhitung cepat yang mumpuni

Dapat Berhitung Cepat Tanpa Menggunakan Alat 

Dengan Belajar Mental Aritmetika siswa akan diajarkan berhitung dengan membayangkan posisi biji sempoa, sehingga siswa akan mampu berhitung tanpa menggunakan sempoa secara fisik hanya menggunakan sempoa secara imajinasi

Melatih Konsentrasi

Saat siswa sedang mengerjakan soal-soal di sempoa, tentu saja  harus konsentrasi melihat angka-angka yang sedang dioperasionalkan. Khusus untuk soal tambah dan kurang, soal disajikan dalam baris dengan maksimal baris 14, sehingga siswa harus betul-betul konsentrasi terhadap baris mana yang sedang dikerjakan

Melatih Ketelitian 


Saat siswa sedang menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan biasanya terdiri dari  soal yang terdiri dari 10-14 baris bilangan. Tentu saja untuk menyelesaikan soal ini perlu ketelitian. Demikian pula pada saat mengerjakan soal perkalian dan pembagian, siswa perlu ketelitian dalam menentukan tiang dan rumus yang harus digunakan.

Melatih Motorik Halus

Penggunaan Sempoa dengan biji-biji sempoa yang kecil jika dilakukan dalam waktu lama akan menjadi alat untuk melatih motorik halus. Hal ini akan sangat bermanfaat khususnya untuk anak usia 5-6 tahun

Melatih Kemandirian dan Jiwa Berkompetisi

Dalam menjalani proses pembelajaran di kelas siswa dilatih untuk mandiri mengerjakan soal yang sebelumnya sudah diajarkan terlebih dahulu oleh guru. Demikian pula ada proses kompetisi pada saat siswa berlomba-lomba untuk menjawab pertanyaan dari guru

Stimulasi Otak Kanan dan Kiri

Penggunaan berhitung dengan cara mental adalah stimulasi otak yang sangat powerfull di mana pada saat siswa berhitung mental, otak kirinya digunakan untuk memproses secara logis rumus apa yang harus digunakan. Sementara itu pada saat yang sama otak kanannya digunakan untuk membayangkan atau mengimajinasikan posisi biji sempoa

Ayo Belajar Sempoa dan Mental Aritmetika

ima kursus sempoa 4
Berikan Putra-Putri Kita Bekal Pendidikan Yang Terbaik Untuk Masa Depannya

Ayo Belajar Mental Aritmetika

HOTLINE
0822.9596.5868

Porto Folio Kami

1+
CABANG
1+
SISWA AKTIF
1+
LULUSAN

Ayo Belajar Sempoa Bersama Ribuan Anak Lainnya !

anaanak2

TESTIMONI

les sempoa

Calvin Nathan Sudrajat

Testimoni : Perjalanan Menjadi Juara dalam Berbagai Kompetisi

Calvin Nathan Sudrajat, sebuah nama yang mulai muncul menjadi Juara di berbagai kompetisi mental aritmetika yang diselenggarakan oleh IMA.
Calvin sekarang bersekolah di SD BPK Penabur Tasikmalaya, Kelas 2 SD. Meskipun baru kelas 2 SD tapi beuh jangan ditanya kemampuan berhitungnya, luar biasa pokoknya. Setelah menempuh waktu selama 1 tahun 9 bulan belajar di IMA Tasikmalaya, sekarang Calvin sudah mencapai tingkat Grade 2. Ini buat yang pengen tahu tahu aja ya, Grade 2 itu belajar perhitungan penjumlahan dan pengurangannya udah jutaan loh, belum lagi materi perkalian dan pembagiannya yang sudah ada desimalnya 0,00 gitu, pusing kalo kita mah dah. Sudah gitu ya di Grade 2 ada materi mengakarkuadratkan bilangan dan ada perhitungan negatif juga. Komplit pokoknya, kalau yang belum pernah belajar mental aritmetika disuruh mengerjakan soal Grade 2 dijamin mules deh hehehe. Coba kita dengarkan apa kata mamanya Calvin, Ibu Natalia Cristina, dengan belajar di IMA Tasikmalaya, Calvin menjadi bisa berhitung lebih cepat dan akurat, kemampuan penalarannya semakin terasah, dan juga konsentrasi serta fokus meningkat . Wah tentu saja sangat bangga ya orangtua yang memliki anak seperti Calvin.
Anak hebat yang suka merakit Lego ini selain ikut Kursus Mental Aritmetika di IMA juga ikut Ekskul Basket dan English club, wah kerenn ya.. Eh coba lihat deh sederet prestasi mentereng dari Calvin :                                                                                                                                              
Juara 1 kategori D Imaria 2025.
Juara 1 kategori C Imapiade 2026.
Juara 1 kategori E Imapiade 2026.
Juara 1 lomba matematika kelas 2 Imapiade 2026. 

Belum lagi ada beberapa juara lomba di luar aktifitasnya di IMA :

- Gold medal Thailand International Mathematical Olympiad.
- Medali emas Matematika Olimpiade Sains Nasional.
- Medali emas Matematika OMNAS XV. 
- Medali emas Bahasa Inggris OMNAS XV.
- Juara 1 Tantangan Bebras 2025 Universitas Kristen Maranatha.
Gimana udah cukup belum ngilernya? Pasti pada mau kan kalian berprestasi seperti Calvin.  Ya belajar di IMA doong.. Ayuk jangan tunda-tunda lagi jika kalian ingin seperti Calvin cepat    hubungi cabang IMA terdekat dari rumahmu yaa..... Oke itu ya sekelumit tentang Calvin Nathan Sudrajat semoga Calvin dapat lebih berprestasi lagi di masa yang akan datang....   Go IMA Go...                                                                                             


kursus sempoa
Apa Kata Mereka ?
Les sempoa IMA

Halimah Tusyadiyah 

Cabang Jatibarang

Perubahan anak saya cukup drastis! Dulu anak saya sangat lambat dalam berhitung. Setelah mengikuti les di IMA Cabang Jatibarang, kemampuan berhitungnya menjadi jauh lebih cepat berkat latihan sempoa dan mental aritmetika. Padahal, anak saya masih bersekolah di tingkat TK, tepatnya di RA At-Taqwa Kedokan Bunder.

Sangat direkomendasikan bagi orang tua yang ingin anaknya mahir berhitung. Pada Kompetisi Mental Aritmetika IMAPIADE 2026, anak saya berhasil meraih Juara 1 Kategori A1."

RA At-taqwa (Kedokan Bunder) 

kursus sempoa terbaik

Calvin Nathan Soedradjat

Cabang Tasikmalaya

"Tiap kali Calvin berhitung, aku suka bengong. Kok bisa sih secepat itu? Seperti sulap! Namun, ini bukan sulap. Kemampuan tersebut terbentuk karena latihan sempoa yang konsisten terarah di IMA.

Metode pembelajaran sempoa melibatkan kerja otak kanan dan kiri secara seimbang.

Hasilnya, fokus semakin tajam, konsentrasi meningkat, dan daya ingat menjadi lebih kuat.

Aku benar-benar kagum. Sempoa ternyata memiliki banyak manfaat, bukan hanya untuk berhitung cepat.

Terima kasih, IMA!"

Kelas 2 di SDK Penabur Tasikmalaya.

Les sempoa terbaik

Defi Putri Liyani

Cabang Indramayu

" Alhamdulillah, selama mengikuti pembelajaran di IMA, kemampuan motorik anak saya menjadi jauh lebih baik. Responsnya semakin cepat, daya ingatnya meningkat, serta kemampuan berhitung mentalnya jauh melampaui anak-anak seusianya berkat latihan sempoa yang rutin dilakukan. Anak saya juga semakin menyukai pelajaran matematika. Alhamdulillah, pada IMAPIADE 2026 kemarin, anak saya berhasil meraih Juara 1 Kategori D.”

TK PPI ISLAMIC CENTER Indramayu

kursus sempoa terbaik

Scholastica Oureen Emery

 Cabang Sukamanah-Bandung

“Saya dapat berhitung lebih cepat dan tepat setelah belajar sempoa di IMA. Mengerjakan soal matematika di sekolah juga menjadi lebih mudah. Belajar sempoa membuat saya lebih fokus dan percaya diri saat berhitung. Saya juga semakin senang mengikuti pelajaran matematika. Pada IMAPIADE 2026, saya berhasil meraih Juara 1 Kategori B.” 

 Kelas 6 SDK 1 BPK Penabur Bandung


Sempoa dari Masa ke Masa: Sejarah, Penggunaan, dan Manfaatnya dalam Mental Aritmetika

Pendahuluan

Sempoa merupakan salah satu alat bantu hitung tertua yang masih digunakan hingga saat ini. Alat ini terdiri atas rangka, batang, dan manik-manik yang dapat digerakkan untuk mewakili nilai suatu bilangan. Sebelum masyarakat mengenal kalkulator dan komputer, sempoa membantu manusia melakukan berbagai perhitungan dengan lebih cepat dan teratur.

Dalam perkembangannya, sempoa tidak hanya digunakan sebagai alat transaksi. Sempoa juga menjadi media pembelajaran matematika dan mental aritmetika. Melalui latihan yang teratur, seseorang dapat memahami konsep angka, meningkatkan ketelitian, serta melakukan perhitungan tanpa selalu bergantung pada alat elektronik.

Sejarah Adanya Sempoa

Cikal bakal sempoa telah dikenal sejak masa peradaban kuno. Pada awalnya, manusia menggunakan batu kecil, biji-bijian, garis di tanah, atau papan hitung untuk mencatat jumlah barang. Cara tersebut muncul karena manusia membutuhkan sistem perhitungan dalam perdagangan, pertanian, pemungutan pajak, dan pembagian hasil produksi.

Bangsa Mesopotamia, Mesir, Yunani, dan Romawi diketahui menggunakan papan hitung dalam kegiatan ekonomi dan administrasi. Papan tersebut memiliki garis atau alur tertentu. Penggunanya memindahkan batu kecil pada setiap bagian untuk menunjukkan nilai bilangan.

Sempoa kemudian berkembang dalam berbagai bentuk di beberapa wilayah. Di Tiongkok, sempoa dikenal sebagai suanpan. Sempoa ini memiliki manik-manik bagian atas dan bawah yang digunakan untuk melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, bahkan perhitungan yang lebih kompleks.

Di Jepang, sempoa berkembang menjadi soroban. Bentuk soroban lebih sederhana karena setiap batang biasanya memiliki satu manik di bagian atas dan empat manik di bagian bawah. Susunan tersebut mengikuti sistem nilai tempat berbasis sepuluh. Bentuk soroban banyak digunakan dalam pendidikan sempoa modern karena lebih mudah dipahami dan digunakan.

Sempoa juga dikenal di Rusia dengan nama schoty. Berbeda dari sempoa Asia, manik-manik pada schoty tersusun secara horizontal. Perbedaan ini menunjukkan bahwa masyarakat di berbagai wilayah mengembangkan alat hitung sesuai dengan kebutuhan dan sistem bilangan mereka.

Ketika kalkulator mulai digunakan secara luas, fungsi sempoa sebagai alat hitung perdagangan perlahan berkurang. Namun, sempoa tidak sepenuhnya ditinggalkan. Saat ini, sempoa tetap digunakan sebagai media pendidikan, terutama untuk mengembangkan kemampuan berhitung dan mental aritmetika pada anak.

Penggunaan Sempoa dalam Kehidupan Sehari-hari

Pada masa lalu, sempoa banyak digunakan oleh pedagang, petugas administrasi, pemungut pajak, dan pengelola keuangan. Mereka menggunakan sempoa untuk menghitung harga barang, jumlah persediaan, keuntungan, kerugian, serta pembayaran.

Dalam kehidupan sehari-hari, sempoa dapat digunakan untuk melakukan beberapa kegiatan, seperti:

1. Menghitung jumlah uang.
2. Menjumlahkan harga belanja.
3. Menghitung uang kembalian.
4. Membagi barang dalam jumlah tertentu.
5. Menghitung pemasukan dan pengeluaran.
6. Memahami satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan.
7. Melakukan perkalian dan pembagian sederhana.
8. Memeriksa hasil perhitungan manual.
Pada masa sekarang, penggunaan sempoa lebih sering ditemukan dalam kegiatan belajar. Guru dan orang tua menggunakan sempoa untuk mengenalkan angka kepada anak melalui benda yang dapat dilihat dan disentuh. Anak tidak hanya menghafal simbol angka, tetapi juga memahami jumlah yang diwakili oleh angka tersebut.

Sebagai contoh, ketika anak menggeser lima manik, anak dapat melihat bahwa angka lima memiliki jumlah yang lebih banyak daripada angka tiga. Pengalaman konkret ini membantu anak membangun pemahaman dasar matematika sebelum mempelajari perhitungan yang lebih abstrak.

Manfaat Penggunaan Sempoa

Penggunaan sempoa memberikan beberapa manfaat dalam proses belajar matematika. Manfaat tersebut tidak hanya berkaitan dengan kecepatan berhitung, tetapi juga dengan cara seseorang memahami dan mengolah informasi angka.

1. Memahami Konsep Nilai Tempat

Setiap batang pada sempoa menunjukkan nilai tempat tertentu, seperti satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan. Susunan tersebut membantu anak memahami bahwa nilai suatu angka bergantung pada posisinya.

Sebagai contoh, angka 5 pada tempat satuan memiliki nilai lima. Angka 5 pada tempat puluhan memiliki nilai lima puluh. Pemahaman nilai tempat menjadi dasar penting dalam penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

2. Meningkatkan Ketelitian

Pengguna sempoa harus menggerakkan manik sesuai dengan aturan dan urutan perhitungan. Kesalahan dalam menggeser satu manik dapat mengubah hasil akhir. Oleh karena itu, latihan sempoa dapat membantu membentuk kebiasaan bekerja secara cermat dan teratur.

3. Melatih Konsentrasi

Saat menggunakan sempoa, seseorang perlu memperhatikan angka, posisi manik, dan langkah perhitungan secara bersamaan. Kegiatan ini melatih kemampuan untuk memusatkan perhatian pada satu pekerjaan dalam waktu tertentu.

4. Meningkatkan Kecepatan Berhitung

Latihan yang dilakukan secara bertahap dapat membuat pengguna lebih cepat mengenali pola bilangan. Pengguna juga tidak perlu selalu menuliskan seluruh proses perhitungan di atas kertas.

Namun, kecepatan bukan satu-satunya tujuan belajar sempoa. Ketepatan dan pemahaman konsep tetap perlu menjadi bagian utama dalam proses pembelajaran.

5. Mengembangkan Pemahaman terhadap Angka

Sempoa membantu seseorang melihat hubungan antara jumlah, simbol, dan nilai bilangan. Kemampuan ini sering disebut sebagai pemahaman atau kepekaan terhadap angka.

Anak yang memiliki pemahaman angka yang baik dapat lebih mudah memperkirakan hasil, membandingkan jumlah, dan mengenali kesalahan dalam perhitungan.

6. Mengurangi Ketergantungan pada Kalkulator

Kalkulator dapat memberikan jawaban dengan cepat, tetapi tidak selalu membantu pengguna memahami proses perhitungannya. Sempoa mendorong seseorang untuk mengikuti langkah perhitungan dan memahami alasan di balik hasil yang diperoleh.

Peran Sempoa dalam Perhitungan Mental Aritmetika

Mental aritmetika adalah kemampuan melakukan perhitungan menggunakan pikiran tanpa bantuan alat tulis, kalkulator, atau alat hitung lainnya. Sempoa berperan sebagai tahap awal dalam membangun kemampuan tersebut.

Pembelajaran mental aritmetika dengan sempoa biasanya dilakukan melalui beberapa tahap.

Pada tahap pertama, peserta didik belajar mengenal bagian sempoa dan nilai setiap manik. Mereka melakukan perhitungan secara langsung dengan menggerakkan manik.

Pada tahap kedua, peserta didik mulai mengingat pola gerakan sempoa. Mereka tidak hanya melihat jumlah, tetapi juga mengenali hubungan antara angka dan posisi manik.

Pada tahap berikutnya, peserta didik mencoba membayangkan bentuk sempoa di dalam pikiran. Sempoa bayangan ini sering disebut sebagai sempoa mental. Peserta didik membayangkan manik bergerak sesuai dengan angka yang dihitung.

Melalui latihan yang konsisten, seseorang dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dengan memvisualisasikan sempoa. Proses tersebut membantu perhitungan menjadi lebih terstruktur karena setiap angka ditempatkan pada posisi yang jelas.

Sempoa juga dapat membantu mengurangi kesalahan dalam mental aritmetika. Pengguna tidak hanya mengingat angka secara acak, tetapi menyusun angka tersebut dalam gambaran visual yang terorganisasi.

Meskipun demikian, kemampuan mental aritmetika tidak muncul secara instan. Peserta didik membutuhkan latihan bertahap, metode yang tepat, dan pendampingan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Latihan yang terlalu cepat dapat membuat anak hanya mengejar jawaban tanpa memahami konsep.

Manfaat Belajar Sempoa

Belajar sempoa dapat memberikan manfaat akademik dan keterampilan belajar. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain sebagai berikut.

1. Membantu Anak Lebih Percaya Diri

Kemampuan menyelesaikan soal hitungan dapat meningkatkan rasa percaya diri anak. Anak merasa lebih siap menghadapi pelajaran matematika karena telah memahami dasar perhitungan.

2. Melatih Daya Ingat Kerja

Saat melakukan perhitungan, pengguna perlu menyimpan angka sementara, mengikuti langkah hitung, dan memperbarui hasil. Kegiatan ini dapat melatih kemampuan mengelola informasi dalam pikiran.

3. Membentuk Pola Berpikir Sistematis

Penggunaan sempoa memiliki aturan yang jelas. Setiap operasi dilakukan melalui urutan tertentu. Kebiasaan tersebut membantu anak belajar menyelesaikan masalah secara bertahap.

4. Meningkatkan Koordinasi Mata dan Tangan

Saat belajar sempoa secara fisik, anak melihat angka sambil menggerakkan manik dengan jari. Aktivitas ini melibatkan koordinasi antara penglihatan, gerakan tangan, dan proses berpikir.

5. Membantu Pembelajaran Matematika Dasar

Sempoa dapat membantu anak memahami penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, nilai tempat, serta hubungan antarbilangan. Pemahaman tersebut menjadi dasar untuk mempelajari materi matematika yang lebih lanjut.

6. Menumbuhkan Disiplin Belajar

Kemampuan menggunakan sempoa memerlukan latihan yang rutin. Proses ini dapat membantu anak membentuk kebiasaan belajar, ketekunan, dan kesabaran dalam menyelesaikan soal.

7. Melatih Kemampuan Visualisasi

Dalam tahap mental aritmetika, pengguna membayangkan posisi dan gerakan manik. Latihan ini membantu mengembangkan kemampuan visualisasi yang dapat digunakan dalam berbagai kegiatan belajar.

Sempoa di Tengah Perkembangan Teknologi

Kehadiran komputer, telepon pintar, dan kalkulator tidak membuat sempoa kehilangan seluruh fungsinya. Teknologi dapat menghitung jauh lebih cepat, tetapi sempoa memiliki tujuan pendidikan yang berbeda.

Sempoa tidak hanya digunakan untuk mendapatkan jawaban. Sempoa membantu peserta didik memahami bagaimana bilangan disusun dan bagaimana suatu hasil diperoleh. Karena itu, sempoa dapat digunakan sebagai pelengkap pembelajaran matematika, bukan sebagai pengganti seluruh metode belajar.

Saat ini, pembelajaran sempoa juga tersedia dalam bentuk aplikasi dan kelas daring. Meski demikian, penggunaan sempoa fisik tetap bermanfaat bagi pemula karena memberikan pengalaman langsung melalui gerakan manik.

Penggunaan sempoa perlu disesuaikan dengan usia, kebutuhan, dan kemampuan peserta didik. Pembelajaran yang baik perlu menggabungkan pemahaman konsep, latihan perhitungan, pemecahan masalah, dan penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup

Sempoa memiliki sejarah panjang sebagai alat bantu hitung manusia. Pada awalnya, sempoa digunakan untuk mendukung perdagangan, administrasi, dan pengelolaan keuangan. Setelah teknologi berkembang, fungsi sempoa berubah menjadi media pembelajaran matematika dan mental aritmetika.

Penggunaan sempoa dapat membantu memahami nilai tempat, meningkatkan ketelitian, melatih konsentrasi, mempercepat perhitungan, serta membangun pemahaman terhadap angka. Dalam mental aritmetika, sempoa berfungsi sebagai alat visual yang membantu pengguna membayangkan proses perhitungan di dalam pikiran.

Belajar sempoa bukan sekadar belajar menggerakkan manik. Proses tersebut melatih cara berpikir yang teratur, fokus, dan sistematis. Dengan metode yang tepat dan latihan yang konsisten, sempoa dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat bagi perkembangan kemampuan berhitung anak.

 

Kemitraan 

IMA membuka kesempatan untuk bermitra dengan pihak ketiga yang concern ingin memajukan kualitas anak-anak Indonesia melalui penyelenggaraan kursus sempoa mental aritmetika


Pelajari Sistem Kemitraan

GALERY FOTO

GALERY FOTO